Persekusi

Pernahkan kalian melihat seorang maling yang di hakimi massa?

Pernah gak kalian liat orang yang lagi mukulin seorang pria yang tertangkap basah merampok kota amal mesjid?

Atau pernah gak kalian memandang rendah temanmu yang ketahuan uang temannya sendiri?

Atau pernah gak kalian menghina dan mengutuk orang-orang yang video mesumnya kesebar?

Iya aku juga pernah melakukan semua itu, bahkan aku pernah menghentikan motor di tengah jalan, hanya karena ingin ikut memukuli seorang begal yang ketangkap ditengah jalan. Meludahinya, memakinya, bahkan menunjangi dan memukuli.

Read More »

Pribumi

Beberapa waktu lalu kata “pribumi” sempat heboh dijagad maya dan sampai juga di tongkrongan anak komplek didepan gang. Beberapa dari kami sekitar 3 dari 4 orang turut serta berseru-seruan membahas polemik kata “pribumi” bak seorang ahli sejarah. Gimana dengan satu orang lagi bang, dia mah cuma dengar dengar aja sambil sesekali berkomentar, yagitulah dia lebih fokus dengan chatting dengan pacarnya yang cantik. Sedang kami kan jomblo.

Polemik ini muncul dimulai dari konten pidato pertama yang disampaikan gubernur terpilih jakarta, pak anies baswedan. Dia bilang bahwa saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pidato itu menyulut beragam reaksi, banyak yang mendukung dan tak kalah banyak juga yang menentang.  Yang mendukung berpendapat bahwa memang sudah lama kaum minoritas dalam hal ini kaum kristiani dan cina, menjadi penguasa ekonomi indonesia khususnya jakarta. Sedangkan kaum yang menentang berdalih bahwa pribumi indonesia itu berasal dari berbagai tempat didunia termasuk kaum cina yang mereka tolak.

Read More »

Relationship

Kau itu cantik.
Kau itu lucu.
Kau itu imut.
Kau itu segalanya yang laki-laki inginkan ada pada wanita.

Lalu kemudian aku melirik kesebelah dan terlihat.
Dia itu lebih cantik.
Dia itu lebih lucu.
Dia itu lebih imut.
Dia itu segalanya yang laki-laki lebih inginkan ada pada wanita

Begitu seterusnya tiap kali aku berkesempatan melirik.

Lalu apa yang membuatku bertahan padamu?

Tidak ada, bahkan aku bukan bertahan.
Namun berjalan, bersamamu, berdampingan, saling melengkapi.

Sebab aku dan kau, kita tau kekuranganku, kekuranganmu.

Walau kau, aku, kita saat di perjalanan terkadang melirik, kita sepakat untuk saling mengingatkan bukan menyalahkan
atau memutus hubungan.

“Mandok hata” salah satu semarak tahun baru

Hari ini, beberapa hari menjalani tahun 2017. Perayaaan tahun baru 2017 telah usai, banyak orang sudah kembali kerutinitasnya masing-masing seperti ditahun sebelumnya, bedanya ditahun ini ditambah dengan harapan baru. Memang tahun baru selalu membawa semarak tersendiri ntah mengapa semua orang diseluruh dunia kurang lebih pasti merayakan malam pergantian tahun baru. Seakan ada peraturan tak tertulis yang disepakati oleh orang diseluruh dunia bahwasanya tahun baru adalah simbol dan juga ritual adanya harapan baru. Jadi mesti dirayakan.

Perjalanan hidup ditahun sebelumnya yang penuh pengalaman dalam berbagai keadaan, baik dalam keadaan senang, bahagia, sedih, bahkan menyakitkan sekalipun diharapkan bisa berubah lebih baik lagi ditahun berikutnya. Dan tahun baru adalah simbol perubahan itu, harapan dan rencana baru dimana ritual pergantian tahun baru yang tepat pukul 00.00 menjadi titik balik perubahan kearah yang lebih baik lagi di tahun berikutnya. Wajarnya memang dirayakan dengan semarak.

Aktivitas seperti meniup terompet dengan berbagai model, menyalakan kembang api mulai dari ukuran yang kecil sekedar memercikkan kembang api, pas sekali buat anak-anak. Sampai yang kembang api khusus dewasa yang mungkin untuk belinya pun harus nunjukkan KTP apakah udah cukup umur gak. Dan juga sekedar kumpul-kumpul dengan keluarga, kerabat atau teman. Banyak cara dan ritual, begitulah warna warni perayaan tahun baru yang (kurang lebih) sama setiap akhir tahun.

Read More »

Ketika Ucapan selamat Natal lebih banyak dibahas daripada rasa aman merayakan natal.

 

Natal, salah satu perayaan umat kristiani yang setiap tahunnya dirayakan, biasa dibulan desember. Termasuk aku juga merayakan. Suasana natal itu unik, dan selalu bisa dirasakan suasananya, karena mungkin natal identik dengan kemeriahan, ada dekorasi natal yang berwarna warni, ada atribut-atribut natal mulai dari pohon natal, hiasan hiasan, sampai kartu ucapan selamat natal.

 

Pokoknya natal selalu bisa dirasakan kemeriahannya jika uda masuk bulan desember disetiap tahunnya. Dan ini bukan hak eksklusif orang beragama kristiani aja. Orang non-kristiani juga pasti bisa merasakan kemeriahan itu, walaupun mereka tidak merayakan. Setidaknya dia taulah kalau itu natal, karena biasanya jika bulan desember tiba, atribut-atribut natal banyak itu terpasang di pinggir jalan, baliho acara natal yang keliatan meriah, terus kalau masuk kemall gitu biasanya juga tema dekorasinya tentang natal, sampai yang biasanya heboh dikalangan ibu-ibu, diskon natal.

Tapi bagiku yang sudah merayakan natal semenjak lahir kedunia, kemeriahan natal ya gitu gitu aja, dekorasi, atribut natal, baju baru natal, kue natal. Bosan juga kalau itu itu aja. Hingga sampai lah dibeberapa tahun kebelakang, dimana ada fenomena unik. Apa itu? Iya kontroversi umat non-kristiani tentang boleh tidaknya menggunakan atribut natal dan mengucapkan natal.

Read More »

Travelling alone, why not? It’s totally FUN.

 Travelling, satu kata yang bisa merubah suasana, setiap dengar kata travelling, gak tau ya rasanya pasti senang aja. Itu kalo aku. Tapi aku yakin kita-kita yang dengar kata travelling pasti di kepalanya mikir hal yang sama denganku, yaitu senang. Kenapa bisa senang?,

Travelling selalu bisa memunculkan hal menarik, bisa banyak hal seperti tempat baru, suasana baru, pengalaman baru dan lainnya, banyak. Itu mungkin yang membuat aku, kita senang setiap dengar kata travelling. Travelling memang menyenangkan, tapi bagaimana dengan travelling sendirian?

Wah, pasti banyak dari kita enggan melakukannya.

Alasannya bisa macam-macam, tapi salah satu pasti karena, takut. Takutnya pun bisa akan banyak hal, tapi wajar juga. Siapa juga yang gak takut? Pergi jalan-jalan ketempat asing yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, ketemu orang asing yang belum kenal, suasana juga asing, dan kita sendirian aja. Kedengarannya memang itu menakutkan.

Read More »

Menginap di bandara kualanamu part II

Dipostingan sebelum menginap di bandara kualanamu, aku sedikit bercerita kenapa bisa jadi menginap di bandara, terus gimana keadaan malam di bandara. Sampai yang terakhir ada suara ‘ntek’, ‘ntek’, ‘netek’. #eh.

Seperti janjiku di postingan itu bakal melanjutkan cerita yang terputus, di postingan selanjutnya yang artinya postingan ini.

And, here we go.

img_20160905_053201_hdr
Diruang tunggu

Selanjutnya waktu itu diruang tunggu sebelum masuk kepesawat, apalah namanya itu ruang tunggu check-in, apa ruang tunggu penerbangan. Aku kurang paham. Kondisi masih sunyi, cuma ada beberapa orang, iya cuma beberapa contohnya di ujung sana dekat mesin makanan otomatis seperti diluar negeri itu, ada seorang yang tidur. Wajar juga sunyi, paginya juga belum terang.

Waktu itu masih pagi subuh, terangnya juga belum datang, tapi mata terus saja terasa ngantuknya. Berkali-kali aku tertidur, terbangun, tertidur, terbangun sendiri di tempat duduk. Padahal udah juga ketoilet berkali-kali, untuk cuci muka. Tapi ya gitu, tetap ngantuk. salut juga sama orang orang yang bisa nahan ngantuk lama-lama, gak tidur tidur sampe panda ikut nongkrong di matanya.

Read More »