HUJAN

Dulu semasa aku kecil, hujan adalah musuh

tetesan air yang berjumlah ratusan itu kadang jatuh

hanya untuk membuatku basah

satu hal yang aku benci, karena dia sering mengundang flu bersamanya

tapi apakah kau tau sekarang

bahwa aku telah berteman baik dengan hujan

hujan yang selalu bisa menutupi sisi lemahku

sekarang aku lebih bisa bersyukur

bahwa segalanya diciptakan bukan tanpa tujuan

dan ku tak tau

mungkin juga hujan ditujukan untuk menutup lemahku

lemah yang kadang menuntun air mataku jatuh

setiap kali bayangan terakhirmu waktu itu

kembali menyusup melompat lompat di tiap bagian

yang sering mereka sebut dengan PERASAAN.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s