Siapa namamu?

“Hallo” sesosok wanita muda menyapa dengan lembut.

“Hallo”, lelaki itu menyambutnya sambil tersenyum.

Wanita itu membalasnya dengan tawa, tawa yang bisa membuat setiap orang melihat mengingatnya dengan jelas, sejelas mereka mengingat tanggal lahirnya.

Gigi cemerlang bak berlian bersanding baik dengan gusi merah muda terlihat jelas dalam tawa dari bibir tipis merah merekah seperti buah delima.

“Wanita yang baru kau goda itu temanku” Ia membuka pembicaraan.

“maaf dia baru putus dan masih belum terbiasa terbuka lagi dengan pria lain”

Senyum itu tampil lagi setelah ia bicara sesuatu, tentang temannya atau sesuatu lain aku tidak begitu fokus akan itu selain senyuman manisnya. Dan lagi beberapa gelas alkohol tadi sedikit berpengaruh.

Pria itu mendekatkan bibirnya keteliga wanita itu dan berkata “Oh ya gak apa, dia cantik tapi wanita didepanku ini gak kalah cantik kok”

Wanita itu tertawa lagi dengan wajah tersipu malu sambil mencubit lembut lengan pria untuk menutupi perasaannya.

Pikiran bawah sadar wanita itu jelas tau bahwa ia bukan satu satunya wanita yang mendapat pujian dari pria itu.

“Kamu biasa menggoda wanita, pasti uda banyak wanita yang telah kamu sakiti hatinya?”

“Tergantung kita mengartikan arti kata “sakiti” disini, kalo memuji cantik termasuk, maka malam ini aja aku uda menyakiti 2 cewe sekaligus.” Sambil tersenyum pria itu menyelesaikan ucapannya.

“Hah, apa maksud senyummu itu?”

sambil tertawa lagi ia mencubit lenganku

Aku melihat tawa manis itu lagi, seperti tawa lepas seorang gadis kecil manis yang belum mengerti gengsi, atau prilaku yang diatur banyak org tua pada anak gadisnya. Ia masih punya senyum lepas bahagia itu.

Dahulu sekali aku pernah melihat senyum itu, senyum seorang gadis cilik pemilik mata coklat berkulit putih seperti porselen. Gadis yang selalu mengikat rambutnya kebelakang seperti ekor kuda, yang suka sekali memanjat pohon jambu bol di persimpangan jalan desa, sekedar mengambil jambu, atau hanya sekedar duduk disana dan memandang setiap orang orang yang berlalu lalang dijalan.

Wah entah sudah berapa lama aku tidak melihat senyum lepas bahagia seperti itu lagi, hingga malam ini.

Ia heran dengan laki laki didepannya yang hanya memandang wajahnya dengan senyum tanpa berbicara sesuatu.

“Kenapa kau melihatku begitu? Secantik itukah aku?”

wanita ini mencoba membuka obrolan ditengah lamunan masa lalu pria itu.

“Gak kok, aku cuma agak sedikit heran. Baru pertama kali ini ada cewe yang mulai mengajak ngobrol denganku, terlebih cewe ini cantik dan menawan seperti ini.”

Sambil tersenyum ia menjawab “Tenang aja ini bukan mimpi kok”

“Kalau ini mimpi aku maunya jangan bangun bangun lagi, supaya bisa ngobrol denganmu terus.”

“Apasih kamu”

Ia tertawa dengan omongan pria itu sambil malu malu.

Mereka begitu menikmati obrolan saat itu, dan berlanjut terus sambil beberapa gelas lagi alkohol masuk.

Aku begitu menikmati melihatnya tersenyum apapun tertawa terasa menenangkan sekali, yang membuatku terus berusaha terus melempar humor dalam setiap obtolan kami supaya senyum dan tawa itu terus muncul.

Tanpa terasa beberapa jam mereka lewati dengan menyenangkan. Hingga wanita itu akhirnya melihat arloji dipergelangan tangannya, sambil tersenyum ia melihat pria itu kembali sambil berkata

“Kayaknya kita harus pisah, aku harus pulang sekarang.”

Wanita itu bergegas mencari temannya sambil melambaikan tangan mengisyaratkan perpisahan kepada pria itu.

“Hey, kita bahkan belum kenalan. Siapa namamu?” Pria itu setengah berteriak berharap wanita itu mendengarnya.

“Lain kali kalau kita ketemu, kita bisa berkenalan lebih jauh” wanita itu tersenyum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s