Travelling alone, why not? It’s totally FUN.

 Travelling, satu kata yang bisa merubah suasana, setiap dengar kata travelling, gak tau ya rasanya pasti senang aja. Itu kalo aku. Tapi aku yakin kita-kita yang dengar kata travelling pasti di kepalanya mikir hal yang sama denganku, yaitu senang. Kenapa bisa senang?,

Travelling selalu bisa memunculkan hal menarik, bisa banyak hal seperti tempat baru, suasana baru, pengalaman baru dan lainnya, banyak. Itu mungkin yang membuat aku, kita senang setiap dengar kata travelling. Travelling memang menyenangkan, tapi bagaimana dengan travelling sendirian?

Wah, pasti banyak dari kita enggan melakukannya.

Alasannya bisa macam-macam, tapi salah satu pasti karena, takut. Takutnya pun bisa akan banyak hal, tapi wajar juga. Siapa juga yang gak takut? Pergi jalan-jalan ketempat asing yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, ketemu orang asing yang belum kenal, suasana juga asing, dan kita sendirian aja. Kedengarannya memang itu menakutkan.

Tapi yang namanya memulai langkah pertama, pasti menakutkan. Begitu juga dengan travelling, saat memulai berjalan pasti selalu ada ketakutan, tapi ketika uda ketemu serunya travelling, kita kayak gak bisa berhenti. Sama dengan travelling sendirian, pasti menakutkan bagi beberapa orang. Tapi kalo uda dapat serunya pasti ketagihan.

Seperti aku waktu itu. Ketika aku jalan-jalan kejogja.

Buat yang udah baca postingan tentang yang dibandara kualanamu, pastinya udah tahu kalo aku jalan-jalannya sendiri. Waktu itu, ketika sendirian aja dijogja. hal seru pertama yang kusadari yaitu bebas, bebas menginap dimana aja yang aku pilih, bebas mau makan direstauran atau sekedar nangkring diakringan jogja atau bisa juga lesehan di kaki lima, bebas mau pergi kemana aja, kapan aja, dan tempat mana yang pertama di kunjungi, bebas mau menggunakan transport apa aja disana. Sampai hal seabsurd mau mandi dulu baru berangkat jalan-jalan ataupun gak sekalipun aku bebas sebebasnya menentukan.

Dan karena kesendirian itu semuanya jadi terasa tidak mengikat, waktu berangkat bisa nentukan sendiri secara bebas, tujuannya juga bebas, gak harus terburu-buru berangkatnya karena harus ngikutin ego orang lain, it’s  all totally depend on me.

Karena gak adanya keterikatan itu, jalan-jalannya jadi bisa santai, sesantai yang aku mau.

img_20160906_091339_hdr
Candi Borobudur

Seperti waktu itu ketika jalan-jalan di candi Borobudur, jarak Borobudur dari tempatku menginap itu lumayan jauhlah sekitar 1 jam lebih perjalanan kalau naik motor, karena gitu jauh aku baru sampai di candi tersebut sekitar jam 10 pagi, padahal berangkat dari hotel jam 8 lewat gitu. Nah bagi banyak orang jam 10 itu masih pagi dan pasti udaranya masih sejuk-sejuk jambulah, karena aku mikir gitu juga. Ternyata pikiranku salah, 15 menit kukelilingi candi Borobudur bajuku uda basah kena keringat sangking panasnya. Mungkin karena candi itu batuan dan warnanya gelap gitu kan, jadi dia nyerap panas matahari, jadi seakan-akan sumber panasnya ada dua. Karena panasnya itu kupikir yaudahlah kelokasi wisata lainnya aja, uda sempat turun dari tingkat atas Borobudur, kebetulan waktu itu salah satu bagian di tingkat dua Borobudur ada renovasi relif dan dibagian itu kebetulan sinar matahari belum lewat. Jadi kuputuskan berteduh disitu, maksudnya dekat-dekat situ. Waktu itu ada bapak-bapak juga yang lagi duduk memperhatikan proses renovasi sambil memperhatikan gambar-gambar di kertas yang dia pegang. Dari gelagatnya bapak ini tau persis itu lagi renovasi apa. Kusapa bapak tersebut sok asik. Kemudian kami mengobrol. Dari obrolan singkat dengan sibapak sekitar 1 jam lebih, baru kutahu bahwa relief-relief yang ada di dinding candi borubudur mempunyai makna masing-masing dan itu menceritakan kisah-kisah zaman dulu tentang kehidupan buddha. Kalo dulu kupikir relief-relief keren itu cuma ukir-ukiran bebas aja, sekedar pamer-pameran kehebatan orang -orang jago ngukir zaman dulu. Ternyata salah, itu punya makna dan cerita bahkan dari tingkat pertama sampai akhir. Sangat-sangat penuh filosofi. Hal yang mungkin gak bakal aku tahu kalo bukan sibapak yang ngasih tau, ataupun kalo aku balik lebih awal tadi karena keringatan karena panas.

Balik lagi kecerita tentang Travelling sendirian tadi, salah satu ketakutan orang kenapa enggan travelling sendiri adalah tidak adanya kawan sendiri. Padahal travelling alone, it’s completely different from being  a lonely.

Bakal banyak aja orang ramah yang bisa kita aja ngobrol, bisa warga sekitar situ, atau pemandu wisata di tempat itu, atau bahkan sesama Traveler. Seperti sore itu ketika aku jalan sendiri ke beberapa pantai di daerah selatan jogja, karena aku jalan sendiri, gak ada kawan ataupun pemandu wisata, satu satunya hal yang bisa kuandalkan yaitu google maps, ya memang sangat bisa diandalkan, hampir belum pernah salah arah atau nyasar, walaupun aku sama sekali belum pernah jalan di Jogja. Tapi sehebat apapun itu tetap ada batas, yaitu baterai.

img_20160908_085432
Pantai hasil cari-cari sendiri

Singkat cerita waktu berendam di pantai terpikirku kalau baterai gawai uda habis, terus uda sore, dan aku betul-betul lupa jalan pulang, kalau sempat uda gelap baru keluar dari pantai bisa susah juga kupikir,

img_20160907_103320_hdr
Jalanan sunyi,lurus,menuju pantai

karena memang jalan menuju pantai itu jalanan sunyi yang jarang ada rumah penduduk, ataupun penunjuk jalan yang memadai, lampu jalan juga kurang, pasti bakal susah kalo malam kalo jalan sendiri malam-malam tanpa tau arah jalan. Kalo orang mungkin uda panik karena Cuma sendirian, tapi kunci dari segalanya ya jangan panik, tetap tenang. Ketika itu aku kenalan dengan seorang perempuan yang sama main di pantai itu, dan kutahu kalo dia juga traveler bersama 2 kawannya dari Jakarta, dan satu asli jogja. Dan bagian yang paling keren adalah mereka walaupun asal dari Jakarta, ternyata mereka suku batak, dan asli medan. What a coincidence.

Mereka perempuan bertiga, dengan satu laki-laki asli jogja sebagai pemandu mereka. Akhir cerita aku sempat wisata malam dan makan malam bareng mereka dan juga bisa pulang balik ke hotel ketempat dimana aku menginap, diantar oleh mereka. What a wonderful moment.

Dan ketika waktu liburan selesai dan harus balik lagi kemedan, aku sadar kalau dipikir-pikir memang travelling sendiri itu sedikit menakutkan, tapi disitulah letak serunya. Travelling jadi lebih terasa petualangannya, kita bisa kenal beberapa orang, ngobrol dengan mereka dan mendengar banyak cerita dan pengalaman dari mereka. Selain itu juga aku sadar kalau aku lebih bisa menerima dan mengenal diriku sendiri. Mengetahui kemampuan diri sendiri, mulai dari yang kecil seperti stamina, kemampuan komunikasi, waktu istirahat, dan banyak hal. Dan itu pula lah yang membuat Travelling sendiri it’s Totally fun more than I thought.

Tapi iya itu kisah menarikku, kalau kalian ada kisah menarik juga tentang jalan-jalan sendiri, aku sangat senang kalo kalian mau berbagi di bagian komentar.

Regard.

Advertisements

2 thoughts on “Travelling alone, why not? It’s totally FUN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s