Pribumi

Beberapa waktu lalu kata “pribumi” sempat heboh dijagad maya dan sampai juga di tongkrongan anak komplek didepan gang. Beberapa dari kami sekitar 3 dari 4 orang turut serta berseru-seruan membahas polemik kata “pribumi” bak seorang ahli sejarah. Gimana dengan satu orang lagi bang, dia mah cuma dengar dengar aja sambil sesekali berkomentar, yagitulah dia lebih fokus dengan chatting dengan pacarnya yang cantik. Sedang kami kan jomblo.

Polemik ini muncul dimulai dari konten pidato pertama yang disampaikan gubernur terpilih jakarta, pak anies baswedan. Dia bilang bahwa saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pidato itu menyulut beragam reaksi, banyak yang mendukung dan tak kalah banyak juga yang menentang.  Yang mendukung berpendapat bahwa memang sudah lama kaum minoritas dalam hal ini kaum kristiani dan cina, menjadi penguasa ekonomi indonesia khususnya jakarta. Sedangkan kaum yang menentang berdalih bahwa pribumi indonesia itu berasal dari berbagai tempat didunia termasuk kaum cina yang mereka tolak.

Kami anak kompleks yang lagi kumpul di pendopo depan gang gak kalah seru membahas hal itu. Kami dengan cekatan membahas mulai dari segi semantik kata yang digunakan dalam pidato tersebut, hingga sampai latar belakang sejarah yang menjelaskan siapakah sebenarnya pribumi tersebut. Waktu berlalu sangat cepat dimulai sejak magrib hingga tengah malam, dan belum juga menemukan pendapat mana yang dominan bisa kami pegang seutuhnya. Pro benar, kontra juga benar.

Hingga pada akhirnya seorang kawan yang daritadi megang Hape sambil chatting pacarnya buka bicara. Dia bilang

“kalian sadar gak kalau kalian uda menghabiskan waktu beberapa jam dan gk bisa dapat kesimpulan?”

dan kalian tau gak kalau apa itu artinya?

Kami bertiga serentak menjawab

“apa ?”

Artinya ada dua. Satu kalian memang gk punya ilmu untuk membahas itu. Jadi jatuhnya hanya pendapat pendapat tanpa dukungan latar referensi ilmu yang pas. Which is itu kebiasaan orang indonesia yang suka sekali debat tanpa modal referensi yang banyak. Kedua, itu artinya topik itu gk perlu dibahas, karena gk menuntut suatu jawaban yang pasti.

Kemudian dia meneruskan, harusnya sebelum kalian membahas sesuatu kalian harus bertanya dulu pada diri masing-masing,

“kenapa kalian perlu membahas hal itu?”

Setelah kalian tahu kenapa kalian membahas hal itu pertanyaan kedua yang perlu dijawab adalah

“Apa solusi yang bisa kalian tawarkan terhadap masalah itu?” bukan sekedar mencari mana yang benar dan yang salah.

Karena dari yang kalian bahas tadi terlihat hanya membahas mana yang benar dan mana yang salah. Dan itu tanpa didukung sama referensi terpercaya hanya pendapat yang muncul dari penilaian sendiri. Jika begitu, sampai pagi juga gk akan selesai karena tiap orang bakal mempertahankan pendapatnya.

Jadi sudahlah tidak usah dibahas tentang pidato anies baswedan, karena itu hanya pendapatnya. Lagi pula negara melindungi warga negaranya untuk berpendapat. Sehingga tak perlu didebat.

Kami bertiga terdiam.

Dia meneruskan, indonesia ini seperti kapal laut besar dan warganya itu seperti orang yang berada didalam kapal. Ada penumpang biasa, ada nahkoda, ada ABK. mungkin semuanya gak saling dekat bahkan saling kenal, tapi itu gak menutupi bahwa kita satu kapal.

Coba kalian bayangkan “gimana orang yang berada disatu kapal saling berdebat, saling hujat dan akhirnya berantam.?”

Siapapun yang menang dan kalah, semuanya merugikan keberlangsungan perjalanan kapal.

Hal ini yang jarang orang sadar, bahwa kita ada didalam kapal. Musuh sebenarnya bukan orang didalam kapal itu, tapi kapal asing lain yang ingin menjadi kapal lebih baik.

Kami bertiga tetap terdiam, tanpa membantah.

Pembahasan yang kami lakukan beberapa jam seolah tidak ada apa-apanya dengan yang dia katakan.

Sekarang kami mengerti.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s