Persekusi

Pernahkan kalian melihat seorang maling yang di hakimi massa?

Pernah gak kalian liat orang yang lagi mukulin seorang pria yang tertangkap basah merampok kota amal mesjid?

Atau pernah gak kalian memandang rendah temanmu yang ketahuan uang temannya sendiri?

Atau pernah gak kalian menghina dan mengutuk orang-orang yang video mesumnya kesebar?

Iya aku juga pernah melakukan semua itu, bahkan aku pernah menghentikan motor di tengah jalan, hanya karena ingin ikut memukuli seorang begal yang ketangkap ditengah jalan. Meludahinya, memakinya, bahkan menunjangi dan memukuli.

Kenapa bisa? Yak karena aku merasa itu perlu supaya mereka jera dan tobat.

Tapi apakah itu tindakan yang benar? Ya gak. Tapi sama seperti alasan semua orang yang melakukan hal diatas, kami melakukan atas dasar supaya pelaku itu kapok dan tobat. Kami hanya membalaskan apa yang mereka lakukan. Intinya bales dendam.

Tapi beberapa waktu ini aku terpikir lagi tentang apa yang sudah kami lakukan para pembalas dendam. Bahwa kami gak lebih baik dari pelaku kejahatan, perampokan, atau mereka semua. Selama kami masih balas dendam, kami gak beda dengan mereka.

Pembenaran atas apa yang kami lakukan adalah supaya mereka para pelaku bisa tobat. Padahal sejatinya hal itu gak akan terjadi, iya mereka bertobat tapi angka perampokan tetap aja naik. Apa yang kami lakukan menghakimi sendiri tidak berdampak langsung dengan penurunan angka perampokan atau kejahatan yang terjadi.

Tapi apa yang kami lakukan adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi, kita manusia suka menghakimi dan itu terjadi bukan baru-baru ini tapi sejak zaman nabi dulu. Jadi aku pernah baca cerita zaman yesus dahulu kala sekitar 2000 tahun lalu, ceritanya begini ada seorang perempuan yang ketauan melakukan kejahatan sehingga orang yang melihat ingin membalas dendam dengan menghakimi sendiri dengan melemparinya batu, ketika itu yesus berada dekat situ lalu dia berkata kira kira begini :

“Siapapun diantara kamu yang tidak berdosa, silakanlah dia melempari perempuan ini!!” statement yang jelas dan tegas.

Akhirnya perlahan-lahan orang-orang yang tadinya ramai ingin menghakimi pergi satu persatu.

Inti dari cerita itu yang kutangkap adalah, dengan membalaskan apa yang jahat kepada pelaku kejahatan sama sekali tidak membuat aku jadi orang baik. Satu-satunya cara berprilaku sebagai orang baik adalah jangan meniru mereka yang jahat. Justru berprilaku baiklah kepada semua orang, termasuk kepada mereka yang kita anggap jahat.

Have a good day everyone. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s