Siapa namamu?

“Hallo” sesosok wanita muda menyapa dengan lembut.

“Hallo”, lelaki itu menyambutnya sambil tersenyum.

Wanita itu membalasnya dengan tawa, tawa yang bisa membuat setiap orang melihat mengingatnya dengan jelas, sejelas mereka mengingat tanggal lahirnya.

Gigi cemerlang bak berlian bersanding baik dengan gusi merah muda terlihat jelas dalam tawa dari bibir tipis merah merekah seperti buah delima.

“Wanita yang baru kau goda itu temanku” Ia membuka pembicaraan.

“maaf dia baru putus dan masih belum terbiasa terbuka lagi dengan pria lain”

Senyum itu tampil lagi setelah ia bicara sesuatu, tentang temannya atau sesuatu lain aku tidak begitu fokus akan itu selain senyuman manisnya. Dan lagi beberapa gelas alkohol tadi sedikit berpengaruh.

Pria itu mendekatkan bibirnya keteliga wanita itu dan berkata “Oh ya gak apa, dia cantik tapi wanita didepanku ini gak kalah cantik kok”

Read More »

siapakah dia? (Part I)

Hujan datang begitu lebat, tampaknya badai akan datang. Aku menengadah kelangit, awan hitam pekat perlahan berjalan dari bagian langit lain membawa serta air hujan dan kilat yang menyambar kebumi, persis seperti seorang pemecut disertai suara gemuruh yang bersaut sautan layaknya ribuan prajurit yang siap berperang. Kegelapan tiba.

Aku melihat kebawah kearah kakiku, tanpa alas kaki aku berdiri diatas permukaan pasir. Perlahan ada desiran air yang menyapu sebagian kakiku.

“Ombak!!”,

aku memekik dalam hati. Aku mengangkat lagi kepalaku dan melihat kedepan, hamparan laut luas tak berujung terpampang dihadapanku.

” dimana ini?”

dengan segera kuliat kesekeliling, hanya ada hamparan laut dengan gelombangnya yang beriringan mendekat kearah bibir pantai dimana pasir putih yang berkilau tempatku berdiri berada.

“Bagaimana bisa aku berada ditempat seperti ini?”

Read More »

Siapakah dia? (Part II)

Ini adalah postingan series dari lanjutan postingan siapakah dia? (Part I)

Lelaki itu hanya berdiri begitu saja tanpa banyak gerakkan, pandangan lurus searah dengan ujung dermaga yang menuju laut.

Beberapa menit berjalan, aku melangkah lagi, kali ini tidak berlari hanya langkah kecil perlahan sambil waspada dengan lelaki didermaga.

Aku penasaran sambil instict bertahan hidupku bereaksi, ombak yang tadinya perlahan membasuh kakiku dengan lembut, sekarang agak lebih kasar datang menghantam betisku sambil balik menarik kakiku. Aku terus melangkah.

Tiba-tiba suara gemuruh datang, angin bertambah kencang berputar memecah tetesan air hujan yang deras hingga membentuk lingkaran di atas permukaan laut yang bergelombang. Kalau tidak salah itu yang disebut Helicopter dengan baling balingnya yang kencang berputar.

Tunggu, untuk apa benda itu disini?

Apa itu untuk menjemput lelaki itu?

Mau kemana dia dengan helicopter itu?

Mungkinkah…

Read More »

Sudut pandang seorang atheis..

Pertemuan yang menarik terkadang memang tak terduga datangnya, seperti yang saya alami saya bertemu teman lama di masa SMA dulu. Pertemuan yang tak terduga itu tanpa disangka juga menjadi alasan kami bisa duduk lama mengobrol, berbincang bincang banyak hal , hal dimasa SMA dulu atau hal-hal baru yang lain yang tanpa sadar telah menyita waktu kami dengan seenaknya.

Kisah masa di SMA dulu, masa sekarang hingga materi ekonomi, politik, atau budaya yang menjadi bahan perbincangan banyak orang tak luput kami bahas, bahkan topik agama yang tabu dibahas kami bahas lugas tanpa saling menyinggung sama lain.

Tapi dari banyak topik yang telah kami bahas, topik agama adalah topik yang paling menarik untuk dibahas. Bukan karena kami seorang ahli agama atau apapun itu. Kami hanya suka membahas hal apapun itu sejak di SMA dulu. Dan sebagai informasi teman saya sejak SMA adalah seorang atheis dia mengatakan bahwa dia tidak mengakui bahwa Tuhan2 yang selama ini dipercaya manusia dari ajaran agama, tapi dia percaya ada Tuhan yang menciptakan Semesta. Background itu yang sering memancing saya bertanya banyak hal dengannya terlebih lebih hal yang tentang Ketuhanan.

Read More »

Aku, Kamu, Mereka Dan Kita.

AKU adalah AKU dalam beberapa keadaan.
AKU adalah jamak.
AKU memiliki beberapa AKU, yang memiliki kesamaan persis AKU.
beberapa dari AKU berteman dengan orang-orang,sebut aja MEREKA.
AKU berteman dengan MEREKA, dan juga MEREKA yang lain.
AKU pada MEREKA yang satu,
memiliki hubungan yang baik dengan AKU pada mereka yang lain.
dan begitulah kisah AKU dan MEREKA.

dari beberapa AKU,AKU adalah yang terbaik atas AKU.
kemudian AKU yang terbaik bertemu KAMU.
KAMU yang ini,KAMU yang itu,KAMU yang lain.
dari setiap AKU yang terbaik bertemu dengan KAMU yang terbaik

disebut KITA.

begitulah AKU, KAMU dan MEREKA adalah jamak yang memiliki banyak AKU, KAMU dan MEREKA.
tapi tidak dengan halnya KITA

KITA adalah satu
terdiri dari AKU dan KAMU yang manapun itu.

Bibir Mungilku…

Bibir mungilku ini yang kau tunggu tunggu ya? iyaa..

tapi itu bukan hal yang tanpa usaha kau bisa dapatkannya.

jelas kulit mulusmu tempat nafasku menderuh belum cukup.

atau tengkuk berbulu andalanmu itu?

hmm, sungguh aku tidak semudah itu dibuat bernafsu.

bahkan bila saja nyali termasuk kuatmu,

tumpahan dadamu diwajah rupawanku ini belum apa-apa buatku.

kukatakan padamu dengan sungguh sungguh.

walau nafsu adalah sumber kepuasanku.

tidaklah segampangan itu nafsuku dirayu.

biarkan aku yang merayu nafsumu.

jangan biarkan nafsu menyinsingkan kakimu dihadapan wajahku.

biarkan aku yang melakukan itu dengan bibir mungilku.